Olahraga Tradisional Indonesia ‘Pencak Silat’
Pasangan pesilat Indonesia Ayu Sidan Wilantari (bawah) dan Ni Made Dwiyanti (atas) tampil dalam babak final ganda putri pencak silat seni Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII),
Yups.. Kali ini ‘Olahraga Tradisional’ kedua yang akan kita bahas bersama adalah tentang Pencak Silat. Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional yang menjadi budaya Indonesia. Budaya yang dimaksud adalah karakter kebudayaan khas timur yakni etika.
Etika dalam pencak silat sangat diutamakan. Mulai dari tunduk peraturan saat berlatih, sebelum bertanding, hingga sesudah bertanding. Ketundukan itu akan terlihat pada kemantapan gerakan dan juga etika kepada lawan bertanding dan wasit.
Siapa yang menyangka bahwa seni bela diri khas Indonesia bernama pencak silat nyatanya diperkirakan telah ada sejak abad ke-7 Masehi. Seni bela diri ini berkembang di zaman Kerajaan Majapahit dan Sriwaja yang ditandai dari banyaknya pendekar pada masa itu. Beberapa bukti mengenai pencak silat terlihat dari temuan berupa artefak senjata pada zaman Kerajaan Hindu-Budha dan lainnya. Pencak silat juga ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya, yang ditetapkan pada sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, yang berlangsung di Bogota, Kolombia, 9-14 Desember 2019.
Hingga saat ini, pencak silat pun masih berkembang hingga menjadi salah satu cabang olahraga di ajang internasional. Seperti kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sebagai seni bela diri, gerakan pencak silat terdiri dari kombinasi antara pukulan, tendangan dan pengetahuan tentang bagian terlemah pada tubuh manusia. Kemahiran melakukan olahraga ini harus ditunjang penguasaan teknik dasar pencak silat yang baik dan juga melatih tingkat konsentrasi kita sendiri.
Berikut ini teknik dasar pencak silat:
1. Teknik Kuda-kuda
Teknik dasar pencak silat satu ini terdiri dari kuda-kuda depan, kuda-kuda tengah, kuda-kuda belakang, kuda-kuda samping, kuda-kuda silang dan kuda-kuda depan dan belakang.
Teknik dasar kuda-kuda merupakan sikap menapakkan kaki yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan saat menyerang ataupun bertahan. Teknik ini membutuhkan kekuatan bagian kaki.
2. Teknik Sikap Pasang
Sikap pasang adalah teknik pencak silat yang posisinya dikombinasikan dengan kuda-kuda dan bersifat fleksibel sesuai dengan situasi, bisa saat bertahan maupun menyerang.
3. Teknik Tangkisan
Tangkisan menjadi teknik dasar pencak silat yang penting untuk bertahan. Tangkisan juga merupakan usaha pertahanan dari serangan lawan. Ada tiga jenis teknik tangkisan yaitu tangkisan dalam, tangkisan luar, tangkisan atas dan tangkisan bawah.
4. Teknik Pukulan
Gerakan pukulan bisa digunakan untuk menyerang lawan ataupun bertahan. Ada empat jenis teknik pukulan yaitu pukulan lurus, pukulan tegal, pukulan bandul dan melingkar.
5. Teknik Tendangan
Di dunia pencak silat ada empat teknik tendangan dalam pencak silat. Ada tendangan lurus, tendangan sabit, tendangan T, tendangan jejak dan tendangan belakang.
6. Teknik Guntingan
Teknik dasar pencak silat guntingan ini merupakan salah satu teknik untuk menjatuhkan lawan. Guntingan dalam pencak silat adalah posisi menyerang untuk menjatuhkan lawan kita dengan sasaran kuda-kuda lawan. Metodenya adalah kaki berlawanan dan menjepit.
Jenis-jenis teknik pencak silat guntingan ada guntingan depan, guntingan samping, guntingan belakang dan guntingan atas.
7. Teknik Arah
Teknik dasar pencak silat lainnya adalah teknik arah. Teknik ini berhubungan dengan ke mana pesilat akan melangkah saat menyerang ataupun bertahan. Teknik jenis ini juga dikenal dengan delapan penjuru mata angin.
8. Teknik Pola Langkah
Teknik terakhir ini berupa pola langkah terdiri dari beberapa macam yaitu pola langkah lurus, pola langkah zig-zag, pola langkah U, pola langkah S, pola langkah segitiga dan pola langkah segi empat.